Banyak banget cara yang dilakuin mahasiswa buat ngabisin waktu malem, mungkin ada yang nongkrong, nonton, pacaran, bengong n ada juga yang belajar. Gak beda juga sama aku, biasanya sih kalo gak ada tugas aku bakalan maen ke tempat temen n ngobrol ngalor ngidul gak jelas.
Tapi ada yang beda malen ini, ceritanya gini….
Ok.. semua bermula dari sms yang dikirimin seorang temen, ada info yang mengatakan bahwa di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (sebut aja USD) akan diadakan sebuah pagelaran sendratari jawa. Asik juga nih.. itu pikiran pertama yang ada di kepalaku yang isinya dikit banget ini… hehehe.. Lanjut cerita sampai akhirnya aku bareng sama 2 orang temenku sampe di USD Paingan. Kesan pertama didapat di tempat parkir… dalem hati sampe mikir gini… “Kok banyak amat ya kendaraan yang parkir???”, bingung juga tuh, gak tau itu semua kendaraan penonton yang bakalan nonton bareng, apa mahasiswa USD yang masih pada di kampus..
Terjawab sudah…. ternyata memang lumayan banyak juga penontonnya. Kesan kedua langsung muncul!!! “Hebat nih, animo penonton lumayan besar!!”. Mungkin besar atau gak-nya jumlah penonton tuh relatif ya.. tapi kalo dibandingin sama animo di universitasku tercinta UAJY.. kayaknya lebih besar yang ini.. that’s ok… apapun labelnya yang penting BUDAYA INDONESIA!!!
Ya.. apapun yang penting budaya Indonesia, kata kataku ini mungkin terbentuk dari sebuah keprihatinan tentang yang terjadi pada seni, tradisi dan budaya Indonesia. Gak tau kenapa ya, rasanya orang orang Indonesia ini “gak bangga atas tradisinya”. Mungkin kamu kamu yang baca gak setuju sama pendapatku ini, tapi itu terserah kamu aja, aku punya alasan untuk bicara begini. Coba inget tentang masalah kita tentang tradisi yang di klaim malaysia.. ok, emang banyak banget orang Indonesia protes, ngumpat, sampai nyerang (dunia maya) ke malaysia, tapi menurutku kita ini lebih banyak bersikap reaktif terhadap masalah masalah itu. Seharusnya cara kita berdemo/protes adalah dengan kembali melestarikan budaya Indonesia yang mungkin banyak ditinggalin sama warga negara Indonesia sendiri, terutama para pemudanya. Aku sendiri mungkin boleh berbangga hati (atau sombong malahan..) soalnya paling tidak aku turut serta dalam perjuangan pelestarian budaya Indonesia. Soal bagaimana caraku buat ngelestariin budaya, kita bahas di postingan lain aja.. sekarang bakalan tak kasihin sinopsis dari Pagelaran Sendratari Ramaparasu yang berjudul ” Praharanjing Ksatria” yang didapat dari selebaran yang diberikan panitia ke penonton…
Sinopsis
Kisah ini bercerita tentang seorang ksatria bernama Ramapasu yang dihadapkan pada sebuah pilihan yang sangat sulit. Dia sendiri yang telah mengatakan bahwa seorang ksatria harus menghukum mati siapapun yang berani berselingkuh, hingga pada akhirnya mengetahui bahwa ibunya sendiri telah berselingkuh dengan seorang raja bernama Raja Citrarata.
Sebagai seorang ksatria, sudah menjadi kewajibannya untuk membunuh seseorang yang berani berselingkuh. Akan tetapi sebagai seorang anak, dia juga merasa tidak tega untuk membunuh ibunya sendiri. Ibu Ramapasu yang bernama Dewi Renuka merasa bersalah dan akhirnya membunuh dirinya sendiri. Melihat ibunya bunuh diri, Ramapasu marah, dan dia menganggap bahwa semua ini disebabkan oleh sikap seorang ksatria.
Ok, selanjutnya aku ceritain aja. Si Ramaparasu akhirnya mencari dan membunuh ksatria lainnya, setiap ksatria yang dia temui dibunuh. Hal unik terjadi disini, kesatria itu bermacam2 mulai dari si buta dari gua hantu, wiro sableng, cat women, sailor moon dan lainnya lagi yang aku sendiri kurang jelas siapa. Ada yang spesial dari sailor moon, ksatria yang satu ini mendapatkan apresiasi yang besar dari penonton, figurnya yang dibuat lucu merebut perhatian penonton. Dia juga membawa penonton lebih dekat dengan cerita dengan ikut masuk ke barisan penonton untuk bersembunyi dari Ramaparasu. Pada bagian peran ini, aku ngerasain ada sebuah keganjilan yaitu menampilkan “ksatria ksatria” modern. Menurut pikiranku, jadi kurang gimana gitu.. tapi menurut seorang temenku, mungkin ini dibuat agar penonton dapat memahami bahwa yang saat itu terjadi adalah pembunuhan ksatria. Pendapat ini bagus juga dan masuk akal kalo inget bahwa penonton belum tentu tau ksatria pewayangan lainnya. Selajutnya terjadi juga peperangan dengan Arjuna Sasrabahu dengan Ramaparasu dan juga dengan Rama. Bagian peperangan inipun didukung oleh alam dengan datannya hujan, efek kekacauan dan dasyat tercipta dari penonton yang berlari-lari menghindari hujan, dan juga efek dari air hujan yang terkena cahaya dari lampu panggung tersebut. Air hujan seakan akan berputar putar diatas panggung pagelaran yang kebetulan tanpa atap itu.. efek yang bagus menurutku… walau mungkin para pemain berpendapat lain..
Akhir cerita, apapun asalmu, sukumu, budayamu, ayo kita sama sama lestariin!!!! Buat kesalahan penulisan dan kekacauan gaya bahasa harap dimaafin, masih belajar nulis nih…

Sblmny
trmksh sdh brknan men0nt0n..
Saya
sgt mendukung posting anda ini..
trmksh utk ulasanny..
sbg pihak yg brpartisipasi dlm sendratari tsb,
saya sgt sng n bangga rasany membaca postingan anda..
mari sm2 mlestarikn budaya bgsa..
he..
kl UAJY ngadaen acara serupa,
kami tnggu kbrny..
sip sip.. saya juga sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya seperti di Sadhar kemaren…
UAJY kebetulan sabtu kemaren juga ngadain pementasan ketoprak dari temen temen teater lilin..